Laman

Wednesday, June 25, 2014

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Makan


Sering makan terburu-buru dan langsung melakukan hal lain? Ada beberapa hal yang harus dihindari setelah makan. Hal ini berpengaruh terhadap proses pencernaan makanan di dalam perut. Seperti yang dilansir Boldsky.com, berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah makan!

1. Berenang
Berenang adalah salah satu kegiatan yang tidak boleh dilakukan setelah makan. Lebih baik tunggu selama 30 menit setelah makan untuk berenang. Jika langsung berenang, maka perut akan mengalami kram minor.
2. Mandi
Setelah makan, aliran darah akan terstimulasi kearah perut untuk pencernaan yang lebih baik. Jika langsung mandi, ini akan mengacaukan aliran darah karena tubuh akan dingin dan proses pencernaan akan terganggu.
3. Tidur
Jangan langsung tidur setelah makan, terutama setelah makan berat. Saat tubuh berbaring, maka makanan yang ada di perut tidak akan sampai ke perut dan akan membuat perut kembung.
4. Berjalan
Berjalan akan menghabiskan banyak energi dan lebih baik dihindari setelah makan. Berjalan juga akan langsung menghabiskan energi makanan tanpa disimpan terlebih dahulu.
5. Minum Teh
Teh dapat menghisap kandungan zat besi dari makanan. Kandungan asam dalam teh juga akan bertentangan dengan protein di dalam makanan. Untuk itulah, lebih baik hindari minum teh setelah makan.

Cara Menurunkan Resiko Kanker Payudara Sejak Dini


Palingkeren.com – Kanker payudara selama ini merupakan jenis penyakit yang paling mematikan, sehingga kedokteran menganggapnya sebagai pembunuh nomer 2 paling ganas untuk kaum wanita. Kanker payudara sebagian besar beresiko pada orang orang yang memang mempunyai keturunan mengidap penyakit ini, Namun hal tersebut bisa saja tidak terjadi dalam skala kecil. Selain itu kanker payudara juga dapat di picu dari hormonal yang tidak seimbang dan biasanya terjadi pada orang- orang yang sudah melalui masa pra menstruasi yang saat itu tingkat hormonya mulai turun.


Selain 2 hal di atas, kelebihan berat badan, menunda menyusui, radiasi dan juga makanan yang di konsumsi sehari hari menjadi salah satu faktor terjangkitnya resiko kanker payudara. Untuk menjaga terjadinya resiko kanker payudara sejak dini ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal di bawah ini, mengingat betapa sulitnya pengobatan yang bisa di tempuh untuk mencegah atau bahkan mengobati yang bertujuan menghilangkan hingga ke akar akarnya.

1.Lakukan aktivitas fisik
Hal pertama yang harus di lakukan adalah olahraga yang bertujuan menjaga berat badan anda agar tetap stabil. Lakukan secara rutin 2 jam setiap harinya sehingga dari aktivitas rutin tersebut dapat menurunkan resiko kanker payudara.

2.Konsumsi lemak baik
Mungkin anda selama ini sangat familiar dengan istilah lemak jahat yang dapat memicu terjadinya berbagai jenis penyakit termasuk kanker payudara. Untuk mencegahnya sejak dini sebaiknya mengonsumsi lemak baik yang terkandung dalam makanan seperti : alpukat, kacang almond dan minyak zaitun yang selama ini di percaya mampu melawan lemak jahat di dalam tubuh.

3.Perbanyak kalsium
Kalsium bisa kita temukan dalam kandungan susu, namun agar kalsium yang di peroleh lebih maksimal ada baiknya konsumsi dari protein- protein yang berbahan kacang kedelai seperti tempe dan tahu, karena dalam kandungan makanan tersebut terdapat ragi yang dapat menurunkan resiko tumor dan kanker dalam tubuh kita. Selain itu kini sudah hadir di pasaran susu kacang almond yang baik untuk di konsumsi daripada susu kacang kedelai.

4.Pemeriksaan SADARI
SADARI adalah singkatan dari kalimat pemeriksaan payudara sendiri, untuk mencegah resiko sejak dini lakukan pemeriksaan dengan cara, letakkan 3 jari pada payudara, kemudian putar searah jarum jam. Periksa dan perhatikan apakah ada sesuatu yang aneh ataupun benjolan di dalamnya.


Itulah tadi 4 cara sederhana untuk terhindar dari resiko kanker payudara, selain cara di atas ada lagi cara paling tepat yaitu dengan memeriksakan diri anda ke dokter ahli yang bersangkutan.

Tuesday, June 24, 2014

Penyakit Akibat Terlalu Sering Duduk


Duduk merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan manusia. terutama bagi mereka yang harus bekerja selam 8 jam di depan komputer. Meskipun nyaman, namun ternyata orang yang dalam sehari menghabiskan 11 jam waktunya untuk duduk berpotensi meninggal dalam tiga tahun!
Seperti yang dilansir Times Of India, duduk terlalu lama ternyata juga menyebabkan banyak risiko terkena penyakit. berikut ini 5 penyakit yang bisa muncul akibat terlalu lama duduk:

1. Masalah tubuh bagian bawah
Saat duduk, tubuh bagian bawah kita akan menopang seluruh berat badan, hal ini dapat berakibat serangan osteoporosis dini. Posisi kaki yang salah juga dapat menyebabkan pergelangan kaki bengkak, varises dan DVT atau deep vein thrombosis yang lebih berbahaya.

2. Penyakit kronis
Seseorang yang duduk lebih dari 4 jam sehari terbukti lebih rentan terhadap serangan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan kanker. Hal ini sangat membahayakan banyak orang, terutama mereka yang selama bekerja menghabiskan waktu lebih banyak duduk ketimbang melakukan kegiatan seperti berjalan.

3. Penyakit ginjal
Bagi Anda yang menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk duduk akan berisiko terkena penyakit ginjal kronis, terutama bagi kamu wanita. Orang yang harus bekerja dengan duduk selama 8 jam diwajibkan sering mengonsumsi air putih.

4. Merusak kesehatan mental

Selain fisik, terlalu sering duduk juga dapat merusak kesehatan mental. Hal ini di karenakan selain duduk di depan komputer selama 8 jam, banyak diantara kita yang kembali duduk di luar jam kantor seperti berdiam di depan TV, menonton film di laptop. Kondisi ini dapat merusak kesehatan mental, terutama pada wanita.

5. Obesitas
Saat Anda lebih sering menghabiskan waktu Anda untuk duduk, maka Anda bisa terkena Sindrom metabolik dewasa yang menyebabkan orang mengalami obesitas. Inilah kenapa Anda bisa menemukan banyak sekali karyawan senior di Amerika bertubuh gemuk.
Bila hal ini dikombinasikan dengan rendahnya tingkat kolesterol baik, tekanan darah tinggi atau hiperglikemia, maka Anda akan berpotensi mengalami kondisi serius seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes.